Google+ Followers

Friday, 2 March 2012

Sultan Muhammad al-Fateh - Penakluk Konstantinopel


Gambar ini dikatakan gambar Sultan Muhammad al-Fatih, diharap anakanda menjadi sepertinya...Amin

Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel 1453


Kalau ada tokoh yang ditunggu-tunggu kedatangannya sepanjang sejarah Islam, dimana setiap orang ingin menjadi tokoh itu, maka dia adalah sang penakluk Konstantinopel. Bahkan para shahabat Nabi sendiri pun berebut-rebut ingin menjadi orang yang diceritakan Nabi SAW dalam sabdanya.

Betapa tidak, beliau SAW memang betul-betul memuji tokoh itu. Sampai beliau SAW menyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa sebaik-baik panglima adalah panglima tersebut, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang dipimpinnya.

Siapa yang tidak ingin menjadi orang yang telah dipuji oleh Rasulullah SAW. Dan siapa yang tidak ingin menjadi penakluk Rom. Di zaman itu, dapat menaklukkan Rom tentunya sebuah prestasi besar. Sebab Rom adalah kerajaan besar di Eropah yang sangat berpengaruh. Wang dinar (emas) yang digunakan oleh bangsa Arab, umumnya buatan Rom. Rom juga pernah mengalahkan kerajaan besar Persia. 

Bahkan salah satu surat dalam Al-Quran bernama Rom (Bangsa Romawi), yaitu surah 30, yang menggambarkan bahwa Rom yang beragama Masehi itu akan berhasil mengalahkan Persia yang Majusi (penyembah api). Dan digambarkan dalam ayat itu bahwa saat mendengar kemenangan bangsa Rom itu, para shahabat nabi yang disebut sebagai orang-orang beriman akan ikut berbahagia. 

Lalu menjadi cabaran tersendiri untuk dapat mengislamkan Rom. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah berkirim surat kepada pimpinan tertinggi Rom, iaitu Kaisar Heraklius (Hercules) yang bertahta di Konstantinopel. Ajakan Nabi SAW kepada Sang Kaisar memang tidak terus disambut dengan masuk Islam. Kaisar dengan santun memang menolak masuk Islam, namun juga tidak bermusuhan, atau setidaknya tidak mengajak kepada peperangan.

 
Dan beliau SAW sendiri yang mengatakan bahawa dari dua kota besar Rom, Konstantinopel adalah kota yang pertama kali akan jatuh ke tangan umat Islam.

Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu, Konstantinopel atau Rom. Rasulullah SAW menjawab,"Kota Heraklius terlebih dahulu (Konstantinopel)".

Sayangnya penaklukan kota kebanggaan bangsa Rom itu nyaris belum pernah ada yang mampu melakukannya. Tidak dari kalangan shahabat, tidak juga dari kalangan tabi`in, tidak juga dari kalangan khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasi
Di masa shahabat, memang pasukan kaun muslimin sudah sangat dekat dengan kota itu, bahkan salah seorang shahabat yang menjadi anggota pasukannya dikuburkan di seberang pantainya, iaitu Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahuanhu. Tetapi tetap saja kota itu belum pernah jatuh ke tangan umat Islam sampai 800 tahun lamanya. 

Abu Ayyub Al-Anshari berkata,"Aku mendengar baginda Rasulullah SAW bersabda bahwa ada seorang lelaki solih akan dikuburkan di bawah tembok tersebut, Dan aku juga ingin mendengar derap tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja, yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentera seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda".


Konstantinopel memang sebuah kota yang sangat kuat, dan hanya tokoh yang kuat pula yang dapat menaklukkannya. Sepanjang sejarah kota itu menjadi kota pusat peradaban barat, dan memang tidak pernah ada satu pun lawan yang mampu menembus benteng pertahanannya. Benteng Bosporus memang terlalu tinggi temboknya, terlalu tebal dindingnya. Bahkan benteng itu dikelilingi oleh laut yang membuat musuh yang ingin menerobos akan kecewa. 

Namun akhirnya benteng itu runtuh juga, dan kota Konstantinopel menyerah. Pahlawan muslimin yang ditakdirkan menjadi orang yang telah dikhabarkan Rasulullah SAW itu adalah Sultan Muhammad Al-Fatih. Al-Fatih adalah gelaran untuk beliau yang maknanya Sang Penakluk atau Sang Pembebas. Karena beliau adalah orang yang berhasil membebaskan jantung Eropah ke tangan umat Islam. 






Muhammad Al-Fatih


Beliau lahir pada 30 Mac 1432 dan meninggal pada 3hb Mei 1481. Al-Fatih sejak masih belia telah dididik dengan baik, sehingga telah mempunyai kepakaran dalam bidang ketenteraan, sains, matematik, dan juga ilmu-ilmu keislaman seperti bahasa Arab, ilmu tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqh, sastera, dan lainnya. Beliau juga menguasai 6 bahasa ketika berumur 21 tahun.

Dari sudut pandangan Islam, beliau dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, tiada tandingan, dan tawadhu` setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di `Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik dan strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Bagaimanapun, kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

Tentera Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud dan shalat sunat rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.

Konstantinopel

Istanbul atau yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, adalah salah satu kota termasyhur dunia. Kota ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam khususnya pada masa Kesultanan Usmaniah, ketika meluaskan wilayah sekaligus melebarkan pengaruh Islam di banyak negara. Konstantinopel ini didirikan tahun 330 M oleh Maharaja Bizantium yakni Constantine I. Kedudukannya yang strategik, membuatnya tempat yang istimewa ketika umat Islam memulai pertumbuhan di masa Kekaisaran Bizantium. 

Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Khamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6hb April 1453 M. Di hadapan tenteranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah SWT. 

Beliau juga membacakan ayat-ayat Al-Quran mengenainya serta hadis tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lalu mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah.

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar! terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. 

Pada 27hb Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tenteranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah SAW. Mereka memperbanyakkan solat, doa, dan zikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29hb Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. 

Tentara Usmaniyyah akhirnya berhasil menembusi kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Usmaniah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentera Al-Fatih, akhirnya berjaya merealisasikan cita-cita mereka.


Credit to: Ahmad Sarwat